Kalimatan Tengah

Hujan 3 Hari Jadi Kado Sumpah Pemuda, Palangka Raya Akhirnya Bebas Asap

×

Hujan 3 Hari Jadi Kado Sumpah Pemuda, Palangka Raya Akhirnya Bebas Asap

Sebarkan artikel ini

PALANGKARAYA, – Hujan sedang yang mengguyur selama tiga hari berturut-turut menjadi kado terindah bagi warga Kota Palangka Raya bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.

Senyum bahagia terlihat di wajah warga. Maklum, sudah lebih dari 4 bulan kota cantik ini nyaris tanpa hujan. Akibatnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) merajalela, kabut asap tebal menyelimuti kota, jarak pandang terbatas, dan ribuan warga terserang ISPA.

Selama ini pemerintah daerah, pusat, dan para relawan sudah berjibaku memadamkan api. Namun luasnya lahan dan banyaknya titik api membuat upaya itu terasa sia-sia.

Api di lahan gambut tidak hanya di permukaan, tapi membara di kedalaman 2 hingga 4 meter di dalam tanah. Titik api pun berada di dalam hutan dengan jarak ratusan meter bahkan berkilo-kilo meter, sehingga mobil pemadam sulit masuk. Parit dan anak sungai yang menjadi sumber air juga kering kerontang.

Alhamdulillah, hujan yang turun 2-3 jam selama tiga hari terakhir cukup untuk membasahi gambut yang terbakar dan menurunkan jumlah titik api secara signifikan.

Dampaknya langsung terasa. Sejak pagi hingga sore, warga mulai berani keluar rumah dan beraktivitas normal.

Pantauan di lapangan, sore harinya Bundaran Besar dengan Tugu Talawang yang menjadi ikon alun-alun kota, kembali dipadati warga yang berolahraga dan menikmati udara sore yang mulai bersih.

Warga berharap hujan ini menjadi akhir dari bencana kabut asap, sehingga aktivitas dan roda perekonomian di Kota Palangka Raya bisa kembali tumbuh normal.

Penulis: Bahrudin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *