Bandarlampung – Pengadaan Obat, Vaksin, Bahan Medis Habis Pakai dan Makanan Minum bernilai Miliaran dan dipecah menjadi tiga (3) Paket kontrak kegiatan pada tahun anggaran 2025 yang dikelola melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulangbawang, terduga telah dikondisikan dan terstruktur untuk meraup anggaran negara.
Pasalnya, Paket proyek yang terbagi menjadi tiga kontrak kerja sebesar Rp. 432jt, 925jt dan 1,324 jt tersebut, dikerjakan hanya satu (1) Perusahaan dengan cara penentuan melalui Inaproc yang diduga pula telah dikondisikan untuk menjadi pelaksana kegiatan pekerjaan tersebut.
Selain dugaan konspirasi, pada aitem satuan harga pula terlihat penggelembungan (Mark-Up) hingga ratusan persen dan telah disetujui dan ditanda tangani Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak Direktur Pelaksana Kegiatan.
Dikatakan sumber dilingkungan Kesehatan yang enggan dipublikasikan, Kamis (09//04/2026), bahwa proyek pekerjaan tersebut selayaknya mengikuti mekanisme dan aturan yang telah ditentukan karena menyangkut anggaran negara.
“Kalau dilakukan begitu, sama saja telah terjadi konspirasi untuk melakukan perampokan anggaran kesehatan. Ini luar biasa dan harus ada langkah tegas bagi aparat penegak hukum menindaklanjutinya,” ungkap narsum ini.
Lebih lanjut diterangkannya, jika hasil penelusuran harga satuan di pasaran dan pabrikan terkait proyek tersebut, selisih harganya luar biasa hingga ratusan persen.
“Hasil penyelusuran lapangan, kenaikan harga satuan obat luar biasa. Hebatnya lagi, pada saat penentuan pelaksana kegiatan yang dilakukan melalui Inaproc, sudah terkondisi dan disetujui/klik pihak Dinkes,” terangnya.
Menanggapi dugaan KKN dengan cara pengkondisian pekerjaan dan Mark-Up harga untuk melakukan perampokan uang negara, Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Tulang bawang, Ns. Fatoni, S.Kep,MM, belum bisa ditemui untuk memberikan penjelasan.
Sedangkan pihak pelaksana pekerjaan, Ahmad Basuki, selaku Direktur PT. SPJ, Kamis (09/04/2025), ketika dihubungi melalui WhatsApp (WA) seluler, menjawab jika dirinya sedang berada di jalan dan mengatakan akan menghubungi kembali.
“Saya sedang dijalan, nanti saya telpon balik,” timpalnya.
Sementara Akmal selaku Kepala Seksi (Kasi) Dinkes yang diduga pula turut melancarkan penentuan pemenang melalui Inaproc, ketika diminta komentar guna klarifikasi terkait konspirasi tersebut, enggan menjawab walau Handphone (HP) dalam kondisi aktif dan WA terkirim hingga berita ini diturunkan belum juga ditanggapi. (Red)











