Bandarlampung

DPRD Lampung Ingatkan Kesiapan Bandara Jelang Pemberangkatan Haji Tahun 2026/1447H

Redaksi
9
×

DPRD Lampung Ingatkan Kesiapan Bandara Jelang Pemberangkatan Haji Tahun 2026/1447H

Sebarkan artikel ini

Bandar Lampung – Anggota Komisi VDPRD Provinsi Lampung Syukron Mucthar, menegaskan pentingnya kesiapan seluruh pemangku kepentingan bandara seiring meningkatnya aktivitas penerbangan jamaah haji. Kembalinya status internasional Bandara Radin Inten II dinilai sebagai kabar baik bagi masyarakat Lampung, namun harus diimbangi dengan kesiapan yang matang di semua lini.

“Tahapan musim haji sudah semakin dekat, dimulai sejak bulan Rajab hingga memasuki Syawal. Biasanya pada masa itu intensitas pemberangkatan jamaah mulai meningkat. Karena itu, seluruh pihak terkait harus benar-benar siap,” ujar Syukron, Senin (12/1/2026).

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Provinsi Lampung itu juga mengingatkan bahwa kesiapan tidak hanya berkaitan dengan operasional penerbangan, tetapi juga pengelolaan kepadatan di kawasan bandara. Tingginya antusiasme masyarakat yang mengantar jamaah haji berpotensi menimbulkan kemacetan, mengingat kapasitas Bandara Radin Inten II yang relatif terbatas.

“Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini. Pengaturan lalu lintas, area parkir, hingga pembatasan jumlah pengantar jamaah perlu disiapkan agar tidak terjadi penumpukan yang mengganggu kenyamanan,” katanya.

Selain persoalan kepadatan, Syukron turut menyoroti keterbatasan fasilitas ibadah di Bandara Radin Inten II. Ia menilai ukuran musala yang tersedia saat ini belum memadai untuk melayani jamaah haji dalam jumlah besar, sementara keberadaan masjid dinilai terlalu jauh dari ruang tunggu keberangkatan.

“Sebagai bandara internasional yang melayani jamaah haji, fasilitas ibadah harus menjadi perhatian utama. Musala yang representatif dan mudah diakses sangat dibutuhkan. Ini perlu segera dibenahi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Syukron menyampaikan Komisi V DPRD Provinsi Lampung akan berkoordinasi dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung guna mengetahui sejauh mana kesiapan penyelenggaraan ibadah haji 2026, termasuk aspek teknis pelayanan dan fasilitas pendukung lainnya.

Ia juga membuka peluang pembentukan tim khusus yang melibatkan DPRD, pemerintah daerah, pengelola bandara, serta instansi terkait. Tim tersebut diharapkan mampu memastikan seluruh tahapan pelayanan jamaah haji berjalan optimal dan terhindar dari polemik di lapangan.

“Kami ingin memastikan jamaah haji asal Lampung mendapatkan pelayanan terbaik sejak dari tanah air hingga kembali ke daerah masing-masing. Ini menjadi tanggung jawab bersama,” Tutup Syukron. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *